Random Post

Headlines News :

Recent News

Jejak Purba dalam Ancaman Tambang


Bukti sejarah yang ada di dalam gua Karts (Foto: Andi A/okezone)
Bukti sejarah yang ada di dalam gua Karts (Foto: Andi A/okezone)
 
Kawasan kars Maros Pangkep meliputi areal sejumlah 40 ribu hektare. Kawasan itu membentang pada dua kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Sebanyak 20.000 ha ditetapkan masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul).

“Karst adalah hutan yang tumbuh di atas batuan karbonat yang terbentuk di lingkungan laut dangkal, batuan itu mengalami pengangkatan dari permukaan laut sehingga mengalami proses pelarutan oleh air hujan yang akhirnya membentuk topografi unik. Kars terbentuk dalam rentang puluhan ribu hingga jutaan tahun,“ tutur Kepala Laboratorium Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin,Professor Amran Achmad.

Sesuai keputusan Menteri Energi Pertambangan Nomor 1456/K/20/MM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Karst, kawasan karst Maros Pangkep dibagi dalam tiga kelas. Kelas itu adalah kelas I, kelas II dan kelas III. Masing-masing kelas memiliki kriteria khusus. 

Kelas satu memiliki kriteria satu atau lebih antara lain mempunyai fungsi sebagai penyimpan air tanah permanent, mempunyai gua-gua dan sungai bawah tanah aktif, serta mempunyai kandungan flora dan fauna khas. 

Sedangkan kawasan karst kelas dua kriterianya memiliki fungsi penambah air bawah tanah, mempunyai gua-gua kering dan menjadi tempat tinggal fauna yang memberi nilai dan manfaat ekonomi. Terakhir kawasan kars kelas III tidak memiliki kriteria satu dan dua.

Kepada Okezone, Professor Amran Achmad gamblang mengatakan beberapa bagian kawasan kars sudah ditambang sebelum penunjukan TN Babul. Amran mengaku ikut menentukan kawasan mana yang masih bisa ditambang saat penunjukan itu.

“Saya ikut menentukan petanya. Saat itu ada Semen TS, Semen BS, kami keluarkan dari TN babul. Karena itu masih ada 20 ribu ha yang tidak masuk kawasan,“ jelasnya.

Dosen Unhas itu menegaskan, keharusan semua areal karst Maros Pangkep masuk dalam kelas satu. Pasalnya, hampir setiap bukit kapur di kawasan itu memenuhi kriteria kelas satu.

“Seharusnya semua lahan di kawasan itu masuk lahan konservasi, tapi pihak konservasi juga harus mendukung pembangunan yang lain. Jika dalam lahan di luar Babul yang memiliki nilai sejarah dan budaya, maka areal itu tidak bisa ditambang sedikitpun sehingga harus dilestarikan,“ ujar dosen Unhas itu.

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Muhammad Said, membenarkan adanya situs dan cagar budaya dalam areal kars Maros Pangkep.

“Situs dan cagar budaya di kawasan kars Maros Pangkep berasal dari zaman Megalitikum. Zaman itu berkisar antara 10 ribu sampai 3.000 tahun sebelum Masehi. Mesolitikum adalah masa di mana manusia mulai berburu dan tinggal di gua-gua,“ jelasnya.

BP3 Makassar mencatat, setidaknya 120 gua yang tersebar pada kawasan bukit kapur itu sudah diidentifikasi sebagai peninggalan cagar budaya dan situs. Menurut Said, walaupun tidak berada dalam kawasan konservasi, gua dan kawasan kars yang ditempati situs tidak boleh ditambang.

Said memaparkan, situs merupakan tempat ditemukannya sisa-sisa manusia purba di sana, biasanya itu berupa gua. Sedangkan benda yang ada dalam situs disebut cagar budaya.

“Contohnya yang di Gua Leang Leang (Bantimurung, Maros). Di sana ada gambar telapak tangan dan gambar anoa. Warnanya merah, itu tidak boleh ditambang. Itu akan merusak situs dan cagar budaya yang ada,” tegasnya.

Said mengemukakan, pihaknya sudah mengidentifikasi kawasan kars Bulu’ Barakka’ sebagai situs dan cagar budaya. Pihaknya menetapkan adanya zonasi situs pada kawasan kars Maros Pangkep.

“Jika ada yang melanggar, maka dia melanggar Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,“ ucap Said.

Sebelumnya saat berkunjung ke Bulu' Barakka',  Okezone menemukan puluhan bahkan ratusan lukisan di dinding dan atas gua-gua yang ada di sana.

Okezone juga mendapati gambar dengan berbagai gambar, seperti gambar telapak tangan, gambar pedang, gambar perahu, gambar orang, dan beberapa gambar lainnya.  

Daeng Rumpa (65), salah seorang warga Rammang Rammang yang mengiringi Okezone bercerita. Dirinya pernah mencuci dinding gua dengan air dan sabun.

“Saya marah awalnya. Saya kira anak-anak (para penggiat alam bebas) yang datang yang menulis di dinding ini, ternyata tulisannya tidak bisa hilang padahal sudah kucuci pakai sabun,“ imbuh Daeng Rumpa.

Bersama WALHI Sulsel dan para aktivis lingkungan dari daerah ini, Anggota Kelompok Pencinta Alam Tapak Rimba Nusantara Maros Muhammad Ikhwan aktif mendata situs dan cagar budaya di kawasan kars Maros Pangkep. 

Dia mengungkapkan, pada salah satu gua di kedalaman sekira 20 meter di bawah tanah terdapat tulisan Lontarak (aksara khas Bugis Makassar, red). Tulisan Lontarak itu berwarna coklat dengan tulisan tiga nama orang.

Di sampingnya terdapat lukisan telapan tangan seperti yang terdapat di Gua Leang Leang.

“Di setiap cekungan gua, terdapat puluhan lukisan di atas dan dinding gua. Kalau dihitung seksama dari satu gua ke gua lainnya, bisa lebih dari 500 gambar. Itupun masih ada gua yang belum bisa disusuri karena pintu masuknya cukup sulit, “jelas Ikhwan.
(kem)

Mitos ‘Kidung Lingsir Wengi’ Lagu Kuntilanak

Konon dengan mendengarkan lagu “kidung lingsir wengi” pas waktu-waktu tertentu, Kuntilanak akan datang menjumpai orang yang mendengarkannya……

Liriknya seperti ini :
Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro…
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang…
Wojo lelayu sebet…

Dalam Bahasa indonesia :
Menjelang malam, dirimu akan lenyap…
Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Awas jangan menampakkan diri…
Aku sedang dalam kemarahan besar…
Jin dan setan yang kuperintah…
Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…

Berikut adalah kisah kejadian yang dialami oleh seorang member Kaskuser:

bbrp tahun yg lalu saya pernah mengalami kejadian begini :

Suatu malam tiba2 saya terjaga dari tidur, lalu saya melihat pintu kamar saya terbuka pelan2… keadaan saat itu samar2 karena lampu di kamar saya matikan sebelum tidur.
Tiba2 terdengar alunan lagu-lagu jawa seperti lingsir wengi, padahal saya sendiri tidak bisa berbahasa jawa, setelah itu seorang nenek memakai baju khas jawa masuk ke kamar sambil bergumam berbahasa jawa.

Spontan saya ketakutan, tetapi badan saya tidak bisa digerakkan seperti tertindih, saya terus memperhatikan nenek2 itu…, tiba2 nenek itu terdiam dan memperhatikan saya… lalu dia tertawa kecil.

Setelah itu, nenek tersebut mendekati saya yg waktu itu masih dalam posisi terlentang tidur, nenek itu terus bergumam bahasa jawa seakan2 sedang ngobrol. Saat nenek itu berdiri di dekat kaki saya, dia jongkok kecil dan menyentuh paha saya dengan jari dia.

Saya pikir ini cuman mimpi buruk, tetapi ketika dia menyentuh paha saya… sangat terasa nyata…, saya pun memaksakan diri untuk berontak dan berhasil bangun sambil mengepal tangan saya dan memukul nenek itu, tetapi malah angin yg saya pukul. nenek itu tiba2 lenyap.

keringat saya mengucur… dan napas saya tersengal2…

Nah setelah mendengar lagu lingsir wengi, saya menjadi teringat kembali kejadian itu.

Sebenernya apa sih Lagu ‘kidung lingsir wengi’? Sebelum kami membahas lebih lanjut tentang lagu ini, sebaiknya Anda dengarkan dulu lagu tersebut sampai habis, sebelum melangkah kebacaan selanjutnya, lagunya bisa anda download disini.

Sudah dengar kan lagunya? Mari kita lanjutkan bacaan ini, dan ini sedikit berita dari Prambors :

lagu ini menjadi bahan omongan di Prambors, ada beberapa wadyabala yang merasa “digoda” disaat tertidur setelah mendengar lagu ini…Panda dan Utha bahkan gak mau denger lagu ini ampe abisss.. hehe gosipnya lagu ini bisa memanggil mahluk yang kasat mata…

tapi jangan mudah percaya namanya juga gosipp!
hehehe,

Benarkah demikian ?

Ternyata Kidung ini Plesetan dari Aslinya yang diciptakan Sunan Kalijaga, berikut bantahan lagu tersebut seperti yang dilansir blog tidakmenarik.wordpress.com. :

Sangat sangat disayangkan, bila ada yang menganggap kidung rumekso ing wengi adalah lagu/kidungnya mbakyu kunti…
Padahal kanjeng sunan kalijogo menciptakan/membuat kidung itu untuk ‘unen2′ yang dalam masyarakat jawa/kejawen sebagai pengganti dzikir/wirid oleh muslim jawa pada waktu dulu sehabis melakukan sholat malam.

Bila lebih dicermati kidung tersebut dikenal karena berisi mantra tolak balak,
Laku kidung ini mengingatkan manusia agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari kutukan dan malapetaka yang lebih dahsyat. Dengan demikian kita dituntut untuk senantiasa berbakti, beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan fungsi kidung secara eksplisit tersurat dalam kalimat kidung itu, yang antara lain; Penolak balak di malam hari, seperti teluh, santet, duduk, ngama, maling, penggawe ala dan semua malapetaka. Pembebas semua benda . Pemyembuh penyakit, termasuk gila. Pembebas pageblug. Pemercepat jodoh bagi perawan tua. Menang dalam perang . Memperlancar cita-cita luhur dan mulia.

Berikut arti lagu tersebut yang sebenarnya dalam bahasa Indonesia, silahkan dicermati dalam bait mana yang berhubungan dengan mbakyu kunti….

Ada kidung rumekso ing wengi(lagu yang mengalun ditengah malam). Yang menjadikan kuat selamat terbebas
dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.

Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. Bagaikan kapuk jatuh dibesi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.

Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua slamat. Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku adalah nabi Musa.

Nafasku nabi Isa yang teramat mulia. Nabi Yakup pendenganranku. Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi sulaiman
menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris menjadi rupaku. Ali sebagai kulitku. Abubakar darahku dan Umar dagingku. Sedangkan Usman sebagai tulangku.

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti fatimah sebagai kekuatan badanku. Nanti nabi Ayub ada didalam ususku. Nabi Nuh didalam jantungku. Nabi Yunus didalam otakku. Mataku ialah Nabi Muhamad. Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.

Nah, sudah mengertikan Anda arti dari lagu ini sesungguhnya, tidak ada yang menakutkan bukan. Sebenarnya sih lagu apa aja bisa buat memangil setan (makhluk halus) asal niatnya negatif karena sang setan sangat senang merasuki manusia yang berpikiran negatif, kita sendiri tidak bisa memungkiri bahwa ada makhluk lain di sekitar kita, namun apapun makhluk itu tidak perlu ditakuti ataupun di banggakan karena yang perlu dibanggakan dan ditakuti hanya Yang Maha Esa.

 

Template Information

Technology

Trending Topic

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Semua Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger